SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG DENGAN METODE REGRESI LINEAR BERGANDA DALAM PREDIKSI PENDAPATAN PERUSAHAAN
SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG DENGAN METODE REGRESI LINEAR BERGANDA DALAM PREDIKSI PENDAPATAN PERUSAHAAN
Pendapatan
merupakan factor penting yang dapat menentukan kelancaran usahanya. Namun dapat
diartikan juga sebagai banyaknya penerimaan dari penjualan produk atau jasa
kepada pelanggan. Apabila banyaknya jumlah barang terjual maka akan semakin besar pula penghasilan atau
pendapatan yang diperoleh perusahaan
pada periode tertentu, Pendapatan pada perusahaan CV. Kaca Mobil Nugraha
terbilang tidak menentu, tinggi rendahnya pendapatan tergantung dalam mengelola
setiap transaksi yang ada, karena tidak tepatnya perusahaan dalam mengambil
keputusan pada jumlah pembelian suatu barang, di setiap periodenya.
Berikut adalah
tingkat pendapatan, berdasarkan data pendapatan, pembelian barang, dan
banyaknya jumlah barang yang terjual kaca spion dan kaca mobil. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
gambar di bawah ini :
Dari grafik
diatas menunjukan, pada tahun 2013 pendapatan mencapai 484,597,000. dan pada
tahun 2014 mengalami penurunan dengan pendapatan 393,250,000, selanjutnya tahun
2015 dan 2016 pendapatan mengalami peningkatan dengan masing – masing
pendapatan 403,550,000 dan 470,640,000,
dan mengalami penurunan pendapatan pada tahun 2017 dengan besar pendapatan
440,880,000. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendapatan pada CV. Kaca mobil
Nugraha tidak stabil.
Selama ini
perusahaan secara tidak langsung selalu memprediksi penjualan yang akan datang.
Akan tetapi prediksi ini selalu kurang tepat karena hanya melihat perkiraan
berdasarkan penjualan yang telah terjadi yang dilakukan secara manual yang
ditangani oleh seorang admin pada perusahaan tersebut. Pencatatan dan pengolahan
data barang, jumlah dan harga barang, serta data transaksi penjualan dan
pembelian yang dilakukan masih bersifat manual belum terdokumentasi secara
baik, sehingga hal tersebut tidak dapat memperoleh informasi dan sangat memperlambat jalannya kegiatan
pekerjaan yang ada di CV. Kaca Mobil Nugraha. Hal semacam ini perlu dicarikan
penyelesaiannya dengan dibangunnya sebuah
sistem yang bisa memenuhi dari apa yang dibutuhkan, agar segala
aktivitas pekerjaan yang ada berjalan dengan waktu yang lebih cepat dari
sebelumnya yang akan berpengaruh juga terhadap pendapatan pada perusahaan.
Prediksi
pendapatan ini sangat berguna untuk menentukan atau mengetahui berapa banyak tingkat pendapatan pada periode
selanjutnya. Prediksi ini juga dapat mengetahui variabel mana sajakah yang
sangat berpengarh terhadap pendapatan pada penjualan perusahaan pada tiap
periodenya. Perusahaan yang mampu memprediksi dengan tepat umumnya akan lebih
siap dalam mengambil keputusan, dengan berkembangnya perusahaan ini, maka banyak
pula permasalahan yang di hadapi terutama perusahaan harus selalu cermat dalam
memprediksi situasi keadaan. Untuk menghasilkan prediksi yang tepat tentu saja
dibutuhkan kecermatan dan ketelitian.
Dalam hal ini
memprediksi pendapatan terhadap penjualan barang di masa mendatang dengan
melihat data penjualan yang diperoleh dari data yang telah ada sebelumnya agar
pengolahan data lebih akurat yaitudari
tahun 2013-2017 yang dilihat pada transaksi penjualan yaitu hasil
pendapatan, pembelian barang, dan jumlah barang yang terjual. Dengan adanya
system komputerisasi, maka akan dibuat program bantu prediksi penjualan untuk
menyelesaikan masalah yang di hadapi perusahaan ini. Sebelum penelitian ini
dilakukan pemilihan dan penggunaan metode yang tepat maka dapat membantu
keberhasilan perusahaan dalam bentuk pendapatan yang didapatkan. namun banyak
metode yang dapat di ginakan dalam proses peramalan atau prediksi di antaranya adalah metode Jarignan Syaraf
Tiruan, SVM dan Linear Regresi.
Dengan adanya
penelitian prediksi pendapatan ini diharapkan perusahaan dapat mengetahui
kebutuhan apa saja yang diperlurkan untuk mencapai target di tahun berikutnya,
serta dapat mengetahui ketepatan pada penjualan sesuai dengan hasil prediksi
pendapatan tersebut, dan membantu perusahaan untuk mengontrol setiap transaksi
penjualan barang dengan hasil yang bisa membantu memudahkan perhitungan
pendapatan pada perusahaan. Dalam hal ini penulis menggunakan metode Linier
Regresi Berganda dengan perhitungan SPSS Versi 21, agar dapat membantu
perusahaan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel yang di teliti
yaitu pembelian barang dan jumlah barang terjual terhadap pendapatan pada CV. Kaca Mobil
Nugraha sebagai acuan perusahaan pada periode selanjutnya.
Variabel Penelitian dan Sampel Penelitian
Variabel Penelitian
Dalam
penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel bebas (independent) dan variabel
terikat (dependent).
Variabel Bebas (Independent)
Variabel bebas
adalah variabel yang mempengaruhi atau menjelaskan variable yang lain
[11]. Variabel bebas dalam penelitian
ini pembelian barang, dan jumlah barang terjual.
Variabel Terikat
Variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variable independent. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil pendapatan.Alat Bantu dan
Bahan Untuk Pengolahan Data
Alat yang
diperlukan dalam pengolahan data ini memerlukan beberapa alat dari perangkat
keras (Hardware) dan alat yang berupa perangkat lunak (software) seperti program-program aplikasi untuk
mempermudah proses perhitungan maupun grafik-grafik serta proses menganalisa
data.
Alat Bantu Untuk Mengolah Data
Pembuatan dan pengembangan
aplikasi yang digunakan oleh peneliti menggunakan :
1. Membutuhkan
sebuah program demi melancarkan perhitungan yang akurat seperti program SPSS
maupun program dari office seperti MS. Excel serta menggunakan PHP Mysql untuk
perancangan sebuah aplikasi yang akan dibuat.
2. Laptop
yang digunakan peneliti untuk melakukan implementasi dan uji coba aplikasi
prediksi pendapatan penjualan.
Analisis Kebutuhan SistemDan Perancangan Sistem Berbasis
Web
Perancangan
sistem menggunakan Unified Modeling
Language (UML) dan perancangan database. Use Case diagram (diagram use case)
adalah diagram yang menyajikan interaksi antara use case dan actor. Dimana
actor dapat berupa orang, peralatan atau sistem lain yang berinteraksi dengan
sistem yang sedang dibangun. Use case menggambarkan fungsionalitas sistem atau
persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sistem dari pandangan pemakai.
Dalam system ini ada 2 aktor use case yaitu use case sebagai admin dan
customer, serta class diagram. Berikut ini perancangan sistem informasi
penjualan barang :
Use Case Admin
Pada gambar
use case admin di atas, admin melakukan login serta menginput segala transaksi
penjualan yang ada seperti, menginput data barang, prodk kaca, jumlah barang,
informasi customer, data pesanan, perhitungan hasil pendapatan, informasi
perusahaan dan melakukkan logout terhadap sistem.
Use Case Customer
Pada gambar
Use case customer diatas, dimana yang menjadi actor adalah sebagai customer.
Customer dapat melihat barang terlebih dahulu, lalu jika ada barang yang sesuai
bisa melakukakn pembelian. Namun sebelum melakukan pembelian customer harus
mengisi form pemesanan terlebih dahulu atau mengisi data diri pemelian sebelum masuk dan untuk
melakukan login sebagai customer. Setelah itu customer bisa masuk login dengan
memasukkan username dan password yang sudah di berikan oleh system atau admin.
Lalu baru customer bisa memesan barang sesuai apa yang di inginkan dan bisa
melakukan logout kembali.
Class Diagram
Pada gambar
Class Diagram diatas, menggambarkan struktur statis class di dalam sistem.
Class merepresentasikan sesuatu yang ditangani oleh sistem. Dengan melihat karakteristik sistem pemasaran
produk dari bagian penjualan beserta proses-proses yang terjadi, maka dapat
dibuat class diagram. Berikut ini adalah penggambaran class diagram yang
diusulkan.
Implementasi Metode
Regresi Linear Berganda Adapun tujuan dari metode Regresi Linear
Berganda yaitu :
1) Metode
Regresi Linear Berganda bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh
dua atau lebih variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
2) Uji
t untuk bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh parsial (sendiri
) yang diberikan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
3) Uji
F bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh-pengaruh simltan (
bersama-sama) yang diberikan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat
(Y).
4) Uji
R2 (Koefisien determinasi) berfungsi untuk mengetahui berapa persen pengaruh
yang di berikan ,variabel X secara simultan terhadap variabel Y.
Model regresi
ini dipilih untuk memprediksikan nilai dari variabel dependen apabila nilai
variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan dan untuk mengetahui arah
hubungan antara variabel independen yaitu pengaruh pendapatan penjualan, serta pengeluaran dan
umum dengan variabel dependen yaitu hasil pendapatan apakah positif atau
negatif.
Analisis
regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hubungan
variabel (X1), (X2),dan (X3) terhadap variabel dependen hasil pendapatan (Y). Persamaan regresi yang dipakai adalah
sebagai berikut [12]. Y = a+ β1 Χ1 + β2
Χ2 + β3 Χ3……. Keterangan : Y = Jumlah pendapatan a =
Nilai konstanta
X1 = Koefisien regresi dari
variabel X1 (Pembelian barang)
X2 = Koefisien regresi dari variabel X2 (jumlah barang terjual kaca spion) X3 = Koefisien regresi dari variabel X3 (jumlah barang terjual kaca mobil ) .
Hasil Penelitian
Hasil penelitian berisi pengolahan data menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan yang sudah ada yaitu aplikasi SPSS versi 21. Implementasi system penjualan barang serta system untuk perhitungan nominal penjualan guna mendapatkan informasi tentang seberapa besar pendapatan yang di peroleh pada CV. Kaca Mobil Nugraha. kemudian data hasil penjualan dimasukan secara komputerisasi dalam bentuk sistem perhitungan. Perancangan system yang akan dibangun dalam penelitian ini menggunakan bahasa pemograman PHP dan MySQL sebagai database. Pengelompokkan Data yang akan digunakan:
tabel data transaksi hasil penjualan berisi tentang banyaknya
pendapatan, pembelian, serta jumlah barang yang sudah terjual selama 5 tahun
terakhir.
Pengujian Hipotesis
Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis
regresi linier berganda digunakan untuk menguji hipotesis pengaruh secara
bersama-sama dan parsial antara variabel independen terhadap dependen.
Berdasarkan estimasi regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS
Versi 21.
Uji Hipotesis Secara Individual (Uji T)
Hipotesis :
1. Jika
nilai sig < 0,05 atau t hitung > t
tabel, maka terdapat pengaruh variabel bebas (X) terhadap varabel terikat (Y).
2. Jika
nilai sig > 0,05 atau t hitung < t tabel, maka tidak terdapat pengaruh
variabel bebas (X) terhadap varabel terikat (Y).
Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
Tabel Annova di atas adalah salah satu untuk
menguji ketepatan model. Apakah variabel bebas secara simultan (bersama-sama)
mempengaruhi variabel terikat. Maka digunkan uji F.
Hipotesis :
1. Jika
nilai sig < 0,05 atau F hitung > f tabel maka, terdapat pegaruh variabel
X secara simultan terhadap variabel Y.
2. Jika
nilai sig > 0,05 atau F hitung < f tabel maka, tidak terdapat pegaruh
variabel X secara simultan terhadap variabel Y.
Koefisien Determinasi (Uji R2)
Dari tabel diatas nilai koefisien determinasi dapat diukur oleh nilai R Square atau Adjusted R-Square. R-Square digunakan pada saat variabel bebas hanya satu saja (biasa disebut dengan Regresi Linier Sederhana), sedangkan Adjusted R-Square digunakan pada saat variabel bebas lebih dari satu. Dalam menghitung nilai koefisien determinasi penulis lebih senang menggunakan RSquare daripada Adjusted RSquare, walaupun variabel bebas lebih dari satu.
Implementasi Sistem
Implementasi
sistem merupakan hasil dari analisis kebutuhan dan design sistem yang telah
diuraikan dalam bentuk model UML ( Unified
Modeling Language ). Berikut ini beberapa antarmuka hasil
implementasi sitem.
Tampilan Login
Pada tampilan
login diatas merupakan halaman login mempunyai yang mempunyai form username dan admin, sehingga
admin dapat mengakses dan mengelola system tersebut.
Tampilan Penjualan Barang
Pada gambar diatas adalah halaman yang menampilkan data
barang- barang penjualan, dimana customer dapat memilih dan melihat info barang
sesuai dengan kebutuhan.
Tampilan Proses Perhitungan Hasil Prediksi
Pada
gambar diatas merupakan tampilan
perhitungan prediksi dimana admin dapat melihat prediksi pendapatan di tahun
yang akan datang aakah meningkat atau menurun.
Pembahasan
Data Hasil Penjualan
Grafik diatas menggambarkan data hasil penjualan dari jumlah penjualan kaca spion dan kacca mobil. Penjualan pada kaca mobil stiap tahun nya lebih unggul di bandingkan dengan penjualan jenis barang kaca spion.
Data Hasil Pendapatan dan Pembelian
Pada gambar di atas menjelaskan bahwa hasil pendapatan dan pembelian barang pada CV. Kaca Mobil Nugraha tidak menentu atau tidak sinkron dengan data pembelian barang. Sehingga hal seperti ini mengakibatkan terjadinya penumpukan barang di gudang dan pendapatan pun mengalami penurunan karena tidak tepatnya dalam pembelian barang.
Proses
Regresi
Berdasarkan
hasil pengujian pada tabel coefficients, pada model regresi yang terbentuk,
dapat diinterpretasikan hasil sebagai berikut :
Y = 11257,187 – 3,427(X1) +
12,501(X2) – 2,076(X3)
-
Konstanta sebesar 11257,187 artinya jika
X1,X2dan X3 = 0 maka Y = 11257,187
-
Coefficients (X1) sebesar - 3,427 artinya setiap
1 unit niali X1 akan berkurangnya nilai Y sebesar 3,427. Nilai koefisien
regresi yang negative menunjukkan bahwa pembelian barang (X1) terhadap volume
penjualan (Y) berpengaruh negative.
-
Coefficients (X2) sebesar 12,501 artinya setiap
1 unit nilai X2 akan menambah nilai Y
sebesar 12,501. Nilai koefisien regresi yang positif menunjukkan bahwa jumlah
barang terjual pada kaca spion (X1) terhadap volume penjualan (Y) berpengaruh
positif.
-
Coefficients (X3) sebesar – 2,076 artinya setiap
1 unit niali X3 akan berkurangnya nilai Y sebesar 2,076. Nilai koefisien
regresi yang negative menunjukkan bahwa jumlah barang terjual pada kaca mobil
(X3) terhadap volume penjualan (Y) berpengaruh negative.
Proses
Uji T, F dan R2
Uji T
Variabel
pembelian barang memperoleh hasil t signifikan 0,011 < 0.05, sehingga
disimpulkan bahwa pembelian barang berpengaruh positif dan signifikan terhadap
hasil pendapatan pada perusahaan CV. Kaca Mobil Nugraha. Artinya apabila
pembelian barang. Maka asumsinya adalah variabel X1 berpengaruh [arah negatif]
terhadap Y, atau semakin meningkatnya X maka Y mengalami pernurunan.
Variabel
pembelian barang memperoleh hasil t signifikan 0,018 < 0.05, sehingga
disimpulkan bahwa jumlah barang terjual dari kaca spion berpengaruh positif dan signifikan terhadap
hasil pendapatan pada perusahaan CV. Kaca Mobil Nugraha. Artinya apabila
pembelian barang semakin banyak maka
pendapatan juga akan meningkat, begitu
pula sebaliknya.
Variabel
pembelian barang memperoleh hasil t signifikan 0,028 < 0.05, sehingga
disimpulkan bahwa jumlah barang terjual dari kaca mobil berpengaruh positif dan signifikan terhadap
hasil pendapatan pada perusahaan CV. Kaca Mobil Nugraha. Artinya apabila
pembelian barang semakin banyak maka
pendapatan juga akan meningkat, begitu
pula sebaliknya.
Uji F
Berdasarkan
hasil pengujian hipotesis, variabel pembelian barang ,jumlah barang terjual
kaca spion dan kaca mobil yang secara bersamasama berpengaruh positif dan
signifikan terhadap hasil pendapatan perusahaan pada CV. Kaca Mobil Nugraha,
terdapat pengaruh positif dan signifikan. Hal bisa dilihat dari hasil SPSS yang
diperoleh nilai signifikan 0,019 < 0,05, dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa variabel X1, X2, dan X3 diterima artinya secara
bersamaan (similtan) pembelian barang, jumlah kaca spion, dan jumlah kaca mobil
yang tejual berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perusahaan CV.Kaca Mobil
Nugraha. Sementara untuk melihat berapa persen pengaruh tersebut, dapat di
jelaskan pada pembahasan Uji Koefisien Determinasi (R2).
Uji R2
Dari hasil
output model summary, diketahui nilai koefisien determinasi (R square) sebesar
1,000 besarnya angka koefisien determinasi (R square) 1,000 sama dengan 100,0%.
Angka tersebut mengandung arti bahwa pembelian barang, jumlah kaca spion, dan
jumlah kaca mobil yang tejual terhadap pendapatan berpengaruh sebesar 1,000 ini
berarti semua variabel yang di teliti sangat berbengaruh .besarnya nilai
koefisien determinasi atau R square hanya antara 0-1. Sementara jika di jumpai
nilai R square bernilai minus (-), maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat
pengaruh X terhadap Y. Semakin kecil nilai koefisien determinasi (R square),
maka ini artinya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat semakin
lemah. Sebaliknya, jika nilai R Square semakin mendekati 1, maka pengaruh
tersebut akan semakin kuat.
Hasil Pengujian Sistem
Untuk memastikan bahwa perangkat lunak yang dibuat memiliki standar minimal kualitas, maka salah satu metoda untuk pengukuran kualitas perangkat lunak secara kuantitatif adalah metoda SQA (Software Quality Assurance).
Ada 8 buah kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas sebuah perangkat lunak secara kuantitatif.
Pada tabel diatas merupakan hasil angket yang dilakukan pada 5 orang pengamat yang berperan sebagi user dan diambil secara acak. Skor = <80,4>*0.125 + <80,6,4>*0.125 + <83,8>*0.125 + <81,6>*0.125 + <83,8>*0.125 + <84,4>*0.125 + <82>*0.125 + <85>*0.125 Skor rata-rata yang dihasilkan adalah 82,7, sedangkan nilai optimal untuk sebuah perangkat lunak yang memenuhi standar kualitas berdasarkan uji SQA adalah 80.
Jadi berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang berkaitan dengan pengaruh pembelian barang, jumlah barang terjual kaca spion dan kaca mobil terhadap pendapatan perusahaan pada CV. Kaca Mobil Nugraha, hasil hipotesis pertama diperoleh persamaan regresi yaitu Y = 11257,187 - 3,427(X1) + 12,501(X2 2,076(X3) Dalam hal ini saya mengambil hasil uji dari nilai signifikan 0,05 dan menunjukkan bahwa nilai signifikan dilihat bahwa dari variabel bebas (X1) 0,011 < 0,05, berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Selanjutnya untuk variabel bebas (X2) 0,018 < 0,05, yang di hasilkan nilai signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X2 tersebut berpengaruh terhadap pendapatan (Y). dan untuk variabel bebas (X3) 0,028 < 0,05, hal ini juga dapat dismipulkan bahwa variabel bebas X3 berpengaruh terhadap pendapatan. Dalam hal ini berarti hasil uji secara individual variabel pembelian barang (X1), jumlah barang terjual kaca spion (X2) dan jumlah barang kaca mobil (X3) berpengaruh signifikan terhadap hasil penjualan perusahaan CV. Kaca Mobil Nugraha. Hasil penelitian secara simultan atau bersama-sama dilihat bahwa pembelian barang, jumlah barang terjual kaca spion dan jumlah kaca mobil memperoleh hasil signifikan 0,019 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa variabel yang di teliti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perusahaan CV. Kaca Mobil Nugraha. Hal ini berarti jika dari variabel tersebut ada yang bernilai negative maka akan mengalami penurunan terhadap pendapatan perusahaan. Interface system yang di buat menghasilkan skor rata-rata yang dihasilkan adalah 82,7, berdasarkan uji Metric of Software Quality Assurance (SQA). Sehingga dapat disimpulkan bahwa interface yang dibuat pada penelitian ini memenuhi standar kualitas.dan Sistem yang dibangun ini dapat mempermudah pemilik perusahaan untuk melihat hasil prediksi pendapatan, sistem ini dapat meminimalisir kerugian, memberikan informasi yang cepat dan akurat tentang prediksi pendapatan.
Komentar
Posting Komentar